Kerahkan 60 Ribu Personel, Pemerintah Klaim Keberhasilan Pemadaman Karhutla Tembus 80 Persen

13 Oktober 2026 - 07:14
0 1
Kerahkan 60 Ribu Personel, Pemerintah Klaim Keberhasilan Pemadaman Karhutla Tembus 80 Persen
Puluhan personel gabungan yang tengah berjibaku memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lahan gambut.

JAKARTA, wibta.com - Upaya keras pemerintah dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membuahkan hasil positif. Tingkat keberhasilan operasi pemadaman jalur darat dilaporkan melonjak secara signifikan.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pencapaian tersebut usai mengikuti rapat terbatas. Rapat khusus penanganan karhutla ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Senin (12/10/2026) malam.

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 60.177 personel gabungan telah diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka terus berjuang tanpa kenal lelah untuk menaklukkan amukan si jago merah di berbagai wilayah rawan.

Baca juga: Asap Karhutla Lintas Negara, Presiden Prabowo Kumpulkan Menko Polkam hingga Kapolri di Istana

"Dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya," demikian bunyi siaran pers resmi Sekretariat Presiden RI.

Selain mengerahkan puluhan ribu personel untuk operasi darat, pemerintah juga terus menggempur titik api dari udara. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjangkau area hutan gambut yang sulit diakses.

"Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman," jelas Seskab Teddy memaparkan kondisi di lapangan.

Teddy menambahkan, situasi karhutla di beberapa provinsi rawan seperti Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan mulai menunjukkan perbaikan. Titik api di kawasan tersebut perlahan mulai dapat dikendalikan.

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu 18 Penerbangan di Palembang, Bagaimana Kondisi Terkini

Tidak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan oleh tim gabungan. Pemerintah berupaya memaksimalkan potensi awan hujan menjelang datangnya musim penghujan di akhir Oktober 2026.

Meski banyak daerah mulai membaik, Presiden Prabowo menginstruksikan agar fokus pemadaman kini dialihkan ke dua provinsi prioritas. Pengerahan sumber daya akan difokuskan secara masif di wilayah yang masih merah.

"Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan," tegas Teddy kepada awak media.

Rapat koordinasi tingkat tinggi tersebut turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Jajaran Pangdam dan Kapolda dari kedua wilayah tersebut juga memaparkan situasi terkini.

Baca juga: Kecewa Penanganan Karhutla, Warga Kalbar Gugat Presiden hingga Pemda, Sidang Perdana Ditunda

Dalam laporannya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membeberkan bahwa tim gabungan masih memiliki pekerjaan rumah. Setidaknya ada sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak yang masih menyala.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo kembali menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak mengendurkan kewaspadaan sedikit pun dalam menangani krisis lingkungan ini.

"Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," pungkas Teddy.

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User