Karhutla Melanda Desa Anjir Pulang Pisau, Pemkab Kalteng Perketat Penanganan Darurat
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Jalan Sambo, Desa Anjir, Pulang Pisau, di tengah ribuan titik panas yang membakar wilayah Kalimantan Tengah.
PULANG PISAU, wibta.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan kembali membakar wilayah Desa Anjir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Titik api terpantau menyala cukup besar pada Jumat malam, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 22.17 WIB.
Kondisi di lapangan sangat mengkhawatirkan karena api muncul di jam istirahat malam hari. Wilayah Jalan Sambo di Desa Anjir merupakan kawasan krusial, sehingga kebakaran di titik ini berisiko memutus jalur aktivitas masyarakat serta memperparah kabut asap.
Secara umum, Provinsi Kalimantan Tengah sedang menghadapi gelombang Karhutla yang cukup berat di tengah musim kemarau. Data penanggulangan bencana regional mencatat lebih dari 3.900 titik panas (hotspot) tersebar di seluruh wilayah Kalteng akibat cuaca kering dan pembukaan lahan.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau bahkan telah memperpanjang Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026. Penegakan hukum juga dilakukan secara tegas di mana Mabes Polri bersama Polda Kalteng menetapkan puluhan tersangka perorangan serta menaikkan status belasan korporasi ke tingkat penyidikan.
Dampak kebakaran ini langsung dirasakan masyarakat melalui kabut asap pekat yang menyelimuti pemukiman dari malam hingga pagi hari. Potensi warga yang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan melonjak, sementara jarak pandang pengendara di Jalan Lintas Kalimantan turut terganggu.
"Petugas pemadam kebakaran gabungan, relawan, dan warga setempat terus berupaya bersiaga dan melakukan pemadaman di titik-titik api agar tidak meluas ke permukiman," tulis laporan penanganan lapangan.
Baca juga: Kecewa Penanganan Karhutla, Warga Kalbar Gugat Presiden hingga Pemda, Sidang Perdana Ditunda
Upaya penanganan terus digenjot melalui pengiriman ratusan personel tambahan Brimob serta tim dokter oleh Mabes Polri guna memperkuat Satgas Darat. BNPB bersama kementerian terkait juga mengoptimalkan helikopter water bombing untuk menjangkau lahan gambut dalam yang sulit diakses.
Pemerintah daerah setempat turut menggelontorkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) serta bantuan dana hingga Rp16,8 miliar khusus untuk mitigasi bencana ini. Petugas gabungan masih bersiaga penuh di lapangan demi melokalisir titik api agar padam sepenuhnya.***
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)