Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter

12 Oktober 2026 - 06:36
0 0
Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter

JAKARTA, wibta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem yang membayangi sejumlah wilayah Nusantara pada Senin (12/10/2026).

Sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat masuk dalam kategori rawan guyuran hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan diprediksi akan dihantam angin kencang.

Khusus untuk kawasan aglomerasi Jabodetabek, masyarakat diminta ekstra waspada. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diproyeksikan akan membasahi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca juga: Tinggi Air Hampir 3 Meter, 53 RT di Jakarta Terendam Banjir Mendadak

Cuaca ekstrem ini membawa risiko ancaman bencana hidrometeorologi lanjutan. Genangan air, musibah banjir bandang, hingga tanah longsor sewaktu-waktu bisa terjadi di kawasan dengan topografi rawan.

Sebagai langkah antisipasi, status siaga pun resmi diberlakukan untuk wilayah Aceh Selatan dan beberapa kabupaten di Sumatera Utara, termasuk Nias Selatan, Nias Barat, dan Samosir.

Peringatan dari otoritas cuaca nasional ini nyatanya tidak hanya berlaku di area daratan saja. Ancaman keselamatan juga mengintai di jalur transportasi laut dan pesisir pantai.

Gelombang laut ganas dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprediksi akan mengamuk di perairan Samudra Hindia barat Lampung, pesisir selatan Banten, Jawa Barat, hingga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain gelombang tinggi, potensi banjir pesisir atau yang akrab disebut banjir rob juga perlu diantisipasi secara matang. Pesisir Pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Maluku masuk dalam radar pantauan ketat.

Menariknya, di balik ancaman hujan lebat lokal di beberapa daerah, BMKG mencatat bahwa kondisi iklim kering sebenarnya masih mendominasi lebih dari 66 persen wilayah Indonesia.

Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan pergerakan Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi faktor utama yang menghambat pembentukan awan hujan secara masif.

Kondisi anomali cuaca ini membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap tinggi, terutama di daerah-daerah yang sudah lama tidak diguyur hujan.

Oleh karena itu, BMKG secara khusus mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam imbauan resminya melalui media sosial.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong dan responsif. Warga yang melihat atau terdampak bencana diminta segera melapor melalui layanan aduan bit.ly/laporbencanabot.

"Hujan lebat masih mungkin terjadi secara lokal. Masyarakat kami minta menyesuaikan kegiatan dan perjalanan dengan prakiraan cuaca di wilayah masing-masing," ingat Rana, salah satu Prakirawan BMKG.

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User