Konser Andrea Bocelli di Petra Disorot, Seruan Boikot Mencuat Jelang November

12 Oktober 2026 - 00:02
0 0
Konser Andrea Bocelli di Petra Disorot, Seruan Boikot Mencuat Jelang November
Andrea Bocelli tampil di atas panggung dalam sebuah konser.

JAKARTA, wibta.com - Konser penyanyi tenor ternama asal Italia, Andrea Bocelli, di Petra, Yordania, menghadapi tekanan setelah kelompok pro-Palestina menyerukan boikot terhadap pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2026.

Seruan tersebut dipicu oleh rekam jejak Bocelli yang pernah tampil di Israel serta keterlibatannya dalam acara penggalangan dana yang mendukung militer Israel.

Kelompok penggerak boikot mendesak masyarakat untuk tidak membeli tiket dan meminta penyelenggara membatalkan konser tersebut.

Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) di Yordania menjadi salah satu kelompok yang menyuarakan penolakan. Mereka menilai penampilan Bocelli di Petra tidak dapat dilepaskan dari kontroversi mengenai hubungannya dengan Israel.

Baca juga: Viral Penipuan Konser 'Orchestra Experience' di Tangerang, Polisi Turun Tangan

Dalam pernyataan yang dikutip AFP pada 7 Oktober 2026, BDS Yordania meminta masyarakat memboikot konser tersebut dan mendesak pembatalan pertunjukan.

"Kami menyerukan kepada Anda untuk memboikot konser Andrea Bocelli karena dukungannya yang telah lama diberikan secara terbuka kepada musuh Israel... Jangan beli tiket! Tuntut... pembatalan konser ini," demikian pernyataan BDS Yordania sebagaimana diberitakan AFP.

Kelompok tersebut juga mempersoalkan penggunaan Petra sebagai lokasi pertunjukan. Mereka menilai situs bersejarah yang menjadi salah satu ikon Yordania itu tidak semestinya menjadi panggung bagi artis yang mereka tuding pernah membantu penggalangan dana untuk militer Israel.

Baca juga: Indonesia Buka Akses Ekspor Sawit ke Rusia, Mentan: Tertarik dalam Skala Besar

Kontroversi ini berkaitan dengan sejumlah penampilan Bocelli di Israel. Pada Juni 2022, penyanyi berusia 68 tahun tersebut menggelar konser di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, yang dihadiri sekitar 20.000 penonton.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu termasuk di antara tokoh yang hadir dalam konser tersebut. Penampilan itu berlangsung ketika aktivis pro-Palestina telah lama menyerukan boikot terhadap pertunjukan di Israel.

Selain konser di Tel Aviv, Bocelli juga pernah bernyanyi dalam acara penggalangan dana di Los Angeles pada 2010 yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF), organisasi yang mendukung tentara Israel.

Riwayat penampilan tersebut menjadi salah satu dasar kelompok pro-boikot menyampaikan keberatan mereka. Namun, klaim dan penilaian mengenai sikap politik Bocelli perlu dibedakan dari fakta mengenai acara yang pernah diikutinya.

Di tengah kontroversi tersebut, konser Bocelli di Petra masih tercantum dalam jadwal resmi tur yang dipublikasikan melalui situs webnya.

Pertunjukan itu dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2026 di Little Petra, Yordania. Konser tersebut merupakan bagian dari tur dunia Romanza, yang digelar untuk memperingati 30 tahun perjalanan karier musiknya.

Penyelenggaraan konser melibatkan Friends of Jordan Festivals dan Jordan Tourism Board. Pemerintah serta pelaku industri pariwisata Yordania melihat acara musik internasional sebagai salah satu cara memperkenalkan destinasi wisata negara tersebut kepada publik dunia.

Souha Bawab, Direktur Eksekutif Friends of Jordan Festivals, menilai kehadiran artis internasional seperti Bocelli dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Yordania melalui perpaduan musik, sejarah, dan pengalaman budaya.

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User