Gandeng ECPAT Indonesia, DP3AP2KB Kota Tangerang Perkuat Deteksi Dini Kekerasan Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tangerang menggandeng lembaga nasional ECPAT Indonesia guna memperluas jangkauan deteksi dini kekerasan perempuan dan anak.
TANGERANG, wibta.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggandeng lembaga swadaya masyarakat nasional ECPAT Indonesia guna memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah kolaboratif tersebut diwujudkan melalui agenda sosialisasi terpadu yang digelar di Kota Tangerang, Provinsi Banten pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Keterlibatan ECPAT Indonesia sebagai organisasi pemerhati hak anak dan perempuan dihadirkan untuk mempertajam strategi perlindungan warga di tingkat tapak. Sinergi lintas lembaga ini sekaligus menjadi tolok ukur keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun ruang hidup yang aman serta bebas dari ancaman eksploitasi.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan bahwa kehadiran narasumber tingkat nasional tersebut memberikan gambaran objektif atas berbagai program perlindungan yang telah berjalan. Pemerintah daerah ingin menunjukkan capaian nyata terkait mekanisme deteksi dini yang selama ini diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Baca juga: Realisasi Bedah Rumah Kota Tangerang Capai 75 Persen, Lansia 90 Tahun Kini Tak Cemas Saat Hujan
"Harapan kami, mereka bisa melihat bahwa Kota Tangerang ini sudah sejauh ini melaksanakan kegiatan deteksi dini serta pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak," ujar Tihar kepada awak media pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Guna menekan angka kasus kekerasan secara signifikan, jajaran DP3AP2KB Kota Tangerang terus memperluas jangkauan edukasi hingga ke berbagai institusi pendidikan formal. Sosialisasi pencegahan kini menyasar langsung ke lingkungan sekolah hingga perguruan tinggi atau universitas agar generasi muda memahami cara mengantisipasi serta melaporkan tindakan kekerasan sejak awal.
Selain sektor pendidikan, penguatan jaringan deteksi dini juga digerakkan secara masif melalui kemitraan strategis bersama berbagai organisasi perempuan di daerah. Sejumlah elemen mulai dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dilibatkan aktif sebagai garda terdepan pengawasan di lingkup keluarga.
Pendekatan berbasis komunitas tersebut dinilai sangat efektif karena pengurus organisasi wanita maupun kader lingkungan bersentuhan langsung dengan keseharian warga. Kepekaan masyarakat sekitar untuk mengenali tanda-tanda awal kekerasan rumah tangga maupun perundungan anak menjadi kunci utama pencegahan sebelum jatuh korban.
Baca juga: Santunan Kematian Puluhan Juta Rupiah Diterima Warga Lewat Program Gampang Kerja
"Jadi di setiap momen dan setiap event, kita selalu menyampaikan terkait dengan masalah deteksi dini dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," tegas Tihar.
Konsistensi kampanye publik di setiap agenda pemerintah daerah ini diharapkan mampu membangun keberanian warga untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan di lingkungannya. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama lembaga nasional dan elemen masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang optimistis dapat menekan potensi kekerasan terhadap kelompok rentan secara menyeluruh.***
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)