Zulhas Guyon soal MBG di Depan Bahlil, Singgung Nasib Program yang Kerap Didemo

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melontarkan candaan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41. Dalam kesempatan yang sama, Zulhas memaparkan pertumbuhan ekspor Indonesia dan upaya pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri.

14 Oktober 2026 - 17:56
0 1
Zulhas Guyon soal MBG di Depan Bahlil, Singgung Nasib Program yang Kerap Didemo
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).

TANGERANG, wibta.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melontarkan candaan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).

Dalam sambutannya, Zulhas menyampaikan pujian kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Ia menyinggung perjalanan karier Bahlil yang dinilainya cerdas, berani, dan melaju cepat.

Zulhas kemudian membandingkan respons publik terhadap Bahlil dengan pengalamannya menangani program MBG.

Baca juga: Viral Gedung SPPG Polri di Lebak Disebut Mangkrak, Polisi Ungkap Alasan Belum Beroperasi

Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam suasana santai di hadapan para tamu undangan dan delegasi perdagangan internasional.

"Itu kalau MBG semua orang tahu, memuji Pak Bahlil bagian bagus. MBG, MBG tahu kan Pak, Ibu? Giliran saya MBG itu demo terus. Nah itu, bedanya itu ya," canda Zulhas, dikutip dari detikFinance.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari sambutan Zulhas dalam agenda pembukaan pameran perdagangan internasional yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

TEI ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pasar ekspor dan mempertemukan eksportir nasional dengan mitra dagang internasional.

Baca juga: Mobil Operasional MBG Hilang di Cibarusah, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian

Kementerian Perdagangan menargetkan transaksi TEI 2026 mencapai US$17,5 miliar. Target tersebut mencakup potensi transaksi yang diharapkan tercipta melalui pertemuan bisnis, penjajakan kerja sama, dan kegiatan perdagangan selama pameran.

Selain menyinggung MBG, Zulhas mengajak para delegasi perdagangan internasional untuk memanfaatkan peluang bisnis di Indonesia, Ia menilai pasar Indonesia menawarkan kesempatan bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jaringan perdagangan.

"Jadi tamu-tamu yang delegasi yang dibawa oleh ambassador kemari, datang ke Indonesia tepat. Percayalah bisnis Anda akan semakin maju, ya. Semakin sering ke sini, semakin maju bisnisnya, insyaallah," ujar Zulhas.

Ajakan tersebut disampaikan di tengah pertumbuhan ekspor nasional. Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri masih menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan ekspor juga membuka peluang bagi produsen dalam negeri untuk memperluas jangkauan pasar.

Baca juga : Terobosan Baru: Indonesia-Rusia Sepakati Pengembangan Teknologi Pertanian Bersama!

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor nonmigas menjadi kontributor utama dengan nilai US$185,63 miliar selama Januari–Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekspor adalah industri pengolahan. Pada periode yang sama, ekspor industri pengolahan tercatat mencapai US$159,55 miliar atau tumbuh 7,87 persen secara tahunan.

Capaian tersebut menjadi salah satu konteks penting penyelenggaraan TEI. Melalui pameran ini, pemerintah berupaya mempertemukan produk Indonesia dengan pembeli internasional sekaligus memperluas peluang kerja sama perdagangan.

Dalam sambutannya, Zulhas juga membahas kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri, khususnya di sektor pangan.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Tambun Bekasi Viral, Polisi Selidiki Insiden

 Salah satu langkah yang disorot adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui peningkatan produksi domestik.

Menurut Zulhas, pemerintah telah mencapai kemajuan dalam upaya swasembada sejumlah komoditas, terutama beras dan jagung.

Ia menyampaikan bahwa penguatan produksi dalam negeri merupakan bagian dari upaya memperkuat perekonomian nasional.

"Alhamdulillah kita sudah berhasil, ini untuk penguatan ekonomi di dalam negeri. Kita sudah berhasil baru beras sama jagung. Lihat, pemerintah ini hampir 2 tahun, sekarang tanggal 14 (Oktober), 20 (Oktober) kami kita ini 2 tahun," kata Zulhas.

Baca juga: Petani Sawit Swadaya Didorong Bangun Kemitraan Langsung dengan Perusahaan

Upaya memperkuat swasembada pangan berkaitan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan produksi, menjaga pasokan, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Namun, keberlanjutan kebijakan tersebut tetap membutuhkan dukungan produktivitas petani, distribusi yang efisien, serta kestabilan pasokan dan harga.

Di sisi lain, program MBG menjadi salah satu kebijakan pemerintah di bidang pemenuhan gizi, Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi berbagai pihak, termasuk penyedia bahan pangan, pengelola layanan, dan lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan mutu makanan.

Baca juga: Pramono Anung Blacklist Guru Pelaku Pelecehan SMKN 27: Tak Ada Toleransi!

Candaan Zulhas dalam acara TEI tersebut menyinggung perbedaan respons publik yang ia rasakan terhadap program MBG.

Pernyataan itu disampaikan secara ringan dan tidak dengan sendirinya menggambarkan keseluruhan pandangan masyarakat terhadap program tersebut.

Sementara itu, TEI diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar dan meningkatkan transaksi perdagangan.

 Pertumbuhan ekspor, penguatan industri pengolahan, dan peningkatan produktivitas pangan menjadi sejumlah isu ekonomi yang turut mengemuka dalam agenda tersebut.***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
Agus Stories

I am a writer who started developing my writing skills in 2018. With an educational background from SDN Tunggulrejo and experience living in Central Java Indonesia, I always strive to blend creativity and local knowledge in every work I create. Aside from writing, I am also active in the digital world, especially in creating video content, including YouTube videos and MMD (MikuMikuDance) Genshin Impact. I enjoy experimenting with various types of content, particularly those related to music and digital art. My goal is to keep growing, share ideas, and inspire others through my writing and creative works. I believe that every experience, no matter how small, has value that can be shared and can make a positive impact on others.

Komentar (0)

User