Perkuat Skrining TBC, Dinkes Kabupaten Tangerang Kejar Target Eliminasi 2030

Puskesmas Cisoka, Kabupaten Tangerang, gencar melakukan skrining Tuberkulosis (TBC) langsung ke permukiman masyarakat. Langkah deteksi dini ini ditujukan untuk mempercepat penemuan dan pengobatan kasus demi mencapai target eliminasi TBC pada 2030.

6 Oktober 2026 - 08:17
0 0
Perkuat Skrining TBC, Dinkes Kabupaten Tangerang Kejar Target Eliminasi 2030
Pemeriksaan dan skrining Tuberkulosis (TBC) kepada masyarakat di lingkungan perumahan warga.

TANGERANG, wibta.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Cisoka terus mengintensifkan upaya deteksi dini penyebaran Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui kegiatan skrining TBC yang diselenggarakan di Aula Masjid Jami’ Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, pada Senin (5/10/2026).  

Mengutip laporan dari Warta Banten, Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, menegaskan bahwa skrining aktif ini krusial untuk menemukan kasus sedini mungkin sehingga penanganan medis dapat segera diberikan guna menekan angka penularan.  

Warga yang memiliki gejala awal seperti batuk lebih dari tiga minggu, badan terasa lemas, penurunan berat badan, hingga nafsu makan menurun akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).  

Bagi warga yang dinyatakan positif, pengobatan wajib dilakukan selama enam bulan berturut-turut. "Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan dengan pengawasan minum obat. Kami juga melakukan pemantauan melalui kunjungan rumah untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sampai tuntas," jelas drg. Reta.  

Selain pengobatan, petugas kesehatan lingkungan juga diturunkan secara langsung untuk mengevaluasi kondisi tempat tinggal pasien. Pencegahan penyebaran bakteri TBC sangat bergantung pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kondisi lingkungan yang memadai, seperti ketersediaan jamban sehat, sirkulasi udara, dan pencahayaan yang baik di dalam rumah.  

Puskesmas Cisoka mencatat, tahun ini target penemuan kasus TBC di Kecamatan Cisoka ditetapkan sebanyak 464 kasus.

Hingga awal Oktober, petugas telah berhasil mengidentifikasi 290 kasus. Peningkatan jumlah penemuan kasus ini dianggap sebagai hal positif karena membuktikan berjalannya program pencarian kasus aktif atau active casefinding (ACF) yang digagas pemerintah demi mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.  

Program jemput bola ini pun mendapatkan respons positif dari warga setempat. Suparti, salah seorang warga, mengaku bersyukur karena layanan pemeriksaan gratis ini sangat membantu para ibu rumah tangga yang memiliki keterbatasan waktu dan tenaga untuk bepergian jauh ke puskesmas.  

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User