Selamatkan Lahan Hutan Rp 400 Triliun, Prabowo Pastikan Aset untuk Berantas Kemiskinan dan Gaji Guru
JAKARTA, wibta.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah menyelamatkan lebih dari 6,2 juta hektare kawasan hutan negara.
Keberhasilan penertiban lahan dengan nilai aset mencapai hampir Rp 400 triliun tersebut disampaikan Prabowo secara langsung dalam acara penyerahan hasil penertiban hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026).
Baca juga:
PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN 204 SATUAN BARU PADA HUT KE-81 TNI
Prabowo menegaskan bahwa besaran nilai kekayaan negara yang berhasil diselamatkan ini akan memberikan manfaat nyata apabila dikelola secara optimal demi kepentingan rakyat luas.
"Rp 400 triliun kita hilangkan kemiskinan, Rp 400 triliun berapa ribu rumah untuk rakyat, berapa ribu sekolah bisa kita perbaiki," tegas Prabowo.
Sebagai gambaran konkret dari pemanfaatan dana tersebut, Prabowo mencontohkan bahwa pemerintah saat ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 90 triliun untuk memperbaiki sekitar 70 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Baca juga:
Pemerintah Bentuk Kementerian Koperasi, Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa
Dengan terselamatkannya aset ini, kemampuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas fasilitas publik, termasuk sekolah dan puskesmas, akan semakin tangguh.
Lebih jauh, ia merinci bahwa ketersediaan dana ini juga akan dialokasikan untuk menaikkan gaji guru, seluruh pegawai negeri, hakim, jaksa, hingga polisi.
Dana tersebut juga diproyeksikan untuk program bantuan pangan, pembangunan perumahan, perbaikan irigasi, serta mitigasi kebakaran hutan.
Baca juga berita lainya:
Demi Energi Nasional, Kementan Konversi 2,7 Juta Hektare Lahan Karet Jadi Sawit
Selain menyoroti pembenahan sektor kehutanan, Prabowo turut memaparkan keberhasilan pemerintah dalam memberantas tambang ilegal.
Ia secara spesifik menyebutkan langkah tegas pemerintah dalam memitigasi dan mengurangi praktik penyelundupan timah di wilayah Pulau Bangka.
Hasil dari penertiban keras ini berdampak langsung pada kinerja perusahaan negara, di mana PT Timah yang sebelumnya kerap merugi kini mencatatkan kenaikan keuntungan hingga 900 persen dalam kurun waktu satu tahun.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada instansi lain yang bahu-membahu menjaga kekayaan dan keamanan negara.
Prabowo memuji kinerja Bea Cukai yang sukses membongkar praktik penyelundupan bernilai triliunan rupiah, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terus memberantas jaringan peredaran narkotika.
Upaya pembenahan tata kelola dan penertiban ini dipastikan tidak akan berhenti. Prabowo memberikan peringatan tegas sekaligus dorongan kepada perusahaan-perusahaan pelat merah untuk segera memperbaiki diri dan menyingkirkan berbagai praktik yang merugikan keuangan negara.
"Yang tidak mau membersihkan diri, tunggu waktunya saja karena kita tidak akan berhenti, kita tidak akan ragu-ragu," pungkasnya.
***
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)