Banjir dan Longsor Terjang Tiga Kabupaten di Aceh, 60 Rumah Terendam
MEUREUDU, wibta.com - Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur wilayah Provinsi Aceh sejak Minggu (11/10/2026) malam memicu serangkaian bencana hidrometeorologi.
Tiga kabupaten sekaligus dilaporkan terdampak parah akibat cuaca ekstrem ini. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Tengah.
Di Kabupaten Pidie Jaya, luapan air dilaporkan merendam puluhan tempat tinggal warga. Laporan respons cepat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat titik terparah berada di Gampong Geulumpang Tutong, Kecamatan Meureudu.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter
Setidaknya terdapat sekitar 60 unit rumah warga di kawasan tersebut yang tergenang banjir. Kondisi ini membuat sejumlah warga harus segera mengamankan harta benda mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, guyuran hujan lebat juga menyebabkan banjir meluas yang menggenangi permukiman. Bencana hidrometeorologi ini turut melumpuhkan sebagian akses transportasi warga setempat.
Dampak cuaca ekstrem yang tidak kalah parah juga menghantam wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Hujan deras di kawasan dataran tinggi ini memicu terjadinya pergerakan tanah atau longsor.
Material longsoran dilaporkan merusak sejumlah bangunan milik warga. Selain itu, material tanah dan bebatuan juga menutup beberapa ruas jalan utama sehingga memicu gangguan kelancaran transportasi.
Baca juga: Gempa M 5,7 Guncang Selatan Jawa, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Pihak berwenang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini masih terus memantau situasi. Fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan warga yang berada di zona rawan.
Terkait jumlah pasti total warga yang terdampak maupun jumlah pengungsi di tenda darurat, tim gabungan di lapangan masih melakukan pendataan secara komprehensif.
Tim evakuasi juga tengah berupaya menembus titik-titik lokasi bencana untuk memastikan ada atau tidaknya korban jiwa. Kondisi akses jalan pada Senin pagi masih dalam tahap pengecekan dan normalisasi.
BMKG terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Warga yang bermukim di bantaran sungai dan perbukitan diminta untuk segera mengevakuasi diri jika hujan turun lebih dari dua jam.
"Kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu genangan, banjir, serta longsor di kawasan rawan, sehingga kesiapsiagaan dan kehati-hatian masyarakat sangat diperlukan."
***
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)