Cetak Banyak Pemimpin Sejak Sebelum Tangsel Berdiri, Ponpes Jam'iyyah Islamiyyah Diapresiasi Pemkot

12 Oktober 2026 - 09:59
0 3
Cetak Banyak Pemimpin Sejak Sebelum Tangsel Berdiri, Ponpes Jam'iyyah Islamiyyah Diapresiasi Pemkot

TANGERANG SELATAN, wibta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan apresiasi mendalam atas kiprah Pondok Pesantren (Ponpes) Jam'iyyah Islamiyyah yang berlokasi di Kecamatan Pondok Aren.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung dalam agenda peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani yang digelar di lingkungan pesantren pada Jumat (08/10/2026).

Mewakili Wali Kota H. Benyamin Davnie, Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, H. Heli Slamet, hadir untuk menyampaikan pesan khusus pemerintah daerah kepada para pengurus dan santri.

Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Maulid Agung & Haul Syeikh Abdul Qodir Al Jilani di Ponpes Jam'iyyah Islamiyyah Tangsel

Dalam sambutannya, Heli menegaskan bahwa pesantren ini memiliki nilai historis yang sangat kuat karena sudah berdiri jauh sebelum Kota Tangerang Selatan resmi terbentuk sebagai daerah otonom.

"Keberadaan Ponpes Jam'iyyah Islamiyyah telah lebih dulu ada sebelum terbentuknya Kota Tangsel, dan telah banyak mencetak kader-kader pemimpin terbaik," ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat luas untuk tidak ragu mempercayakan pendidikan agama anak-anak mereka di lembaga pendidikan Islam yang bersejarah ini.

"Saya yakin setiap santri dan santriwati yang menuntut ilmu di sini akan jadi pemimpin-pemimpin yang handal, minimal di lingkungannya sendiri," imbuh Heli.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Tangsel juga menawarkan program beasiswa prestasi jalur tahfidz (penghafal) Al-Qur'an khusus bagi para santri yang berprestasi di pesantren tersebut.

"Bagi para siswa tingkat SD/Ibtidaiyah jika hafal 3 juz sudah bisa mengajukan beasiswa prestasi kepada Dinas Pendidikan Tangsel, sedangkan bagi tingkat Tsanawiyah atau Aliyah maka 10 juz," terangnya.

Merespons apresiasi tersebut, Pimpinan Ponpes Jam'iyyah Islamiyyah, KH. Husnul Aqib atau yang akrab disapa Abah Nunu, mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam proses menuntut ilmu.

"Belajar itu harus ikhlas, baik orang tua maupun anaknya, supaya dapat ilmu dan ilmunya berkah," kata Abah Nunu.

Abah Nunu juga menyoroti adanya dinamika perubahan metode pendidikan di era modern, di mana pendekatan disiplin yang terlalu keras kini sudah tidak lagi relevan diterapkan.

"Sekarang ini santri tak bisa dimarahi. Kalau dulu kita memang terbiasa dididik dengan keras tapi alhamdulillah karena ikhlas kita bisa dapat berkahnya ilmu," ulasnya.

"Tapi kalau sekarang, kita kerasi santri, yang ada malah dilaporkan ke Polisi," papar Abah Nunu tersenyum.

Turut memeriahkan agenda sarat makna tersebut, hadir pula Mursyid Thoriqoh Qodiriyah dari Sukabumi, Abuya KH. Aan Zezen ZA, beserta puluhan ulama karismatik dari berbagai daerah.

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User