Tanggul Sungai Jebol Diterjang Arus, Banjir Rendam 18 Desa di Aceh Tamiang

12 Oktober 2026 - 15:47
0 1
Tanggul Sungai Jebol Diterjang Arus, Banjir Rendam 18 Desa di Aceh Tamiang

KUALASIMPANG, wibta.com - Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang menyusul tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur sejak Minggu (11/10/2026) malam.

Guyuran hujan lebat tersebut memicu meluapnya sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan hulu maupun hilir. Derasnya arus bahkan membuat bendungan atau tanggul penahan air kewalahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mencatat musibah hidrometeorologi ini telah merendam permukiman penduduk yang tersebar di 18 desa dari sembilan kecamatan.

Baca juga:Banjir dan Longsor Terjang Tiga Kabupaten di Aceh, 60 Rumah Terendam

Sembilan kecamatan yang wilayahnya ikut tergenang meliputi Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, Rantau, hingga Kualasimpang.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, menjelaskan bahwa dampak terparah dari luapan sungai saat ini terpantau berada di wilayah Kecamatan Tenggulun.

"Total desa terdampak banjir saat ini sebanyak 18 desa. Terbanyak di wilayah Tenggulun yakni lima desa," terang Iman saat memberikan laporan resminya.

Di wilayah Kecamatan Tamiang Hulu, ratusan warga dari Desa Rongoh dan Bandar Khalifah dilaporkan telah mengevakuasi diri karena ketinggian air bah menyentuh angka 1 hingga 1,5 meter.

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem Hari Ini, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter

Akses transportasi menuju Desa Simpang Kiri juga dipastikan lumpuh total. Jalanan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan bermotor akibat tingginya genangan air yang membawa tumpukan material sampah.

Sementara itu, untuk wilayah tengah seperti Karang Baru dan Kuala Simpang, area Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang turut tak luput dari kepungan banjir luapan.

"Untuk wilayah tengah yang parah Desa Sukajadi dan Desa Tanjung Karang, areal pondok pesantren turut terendam banjir. Kedua desa ini berada di bantaran sungai," ungkap Iman.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat, dan Satgas SAR kini terus bersiaga penuh di lapangan. Mereka bergotong royong melakukan pendataan sekaligus mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.

Baca juga: Tancap Gas Jalankan Perintah Prabowo, TNI AD Kirim Kapal Raksasa Angkut 88 Ton Bantuan ke Sumatera

"Akibat jebolnya tanggul dan luapan sungai, ratusan warga di berbagai kecamatan terpaksa mengungsi ke dataran tinggi, seperti masjid, sekolah hingga rumah kerabat," tambahnya.

Situasi yang sangat memprihatinkan juga terlihat di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara. Sebuah tanggul sungai dilaporkan jebol dengan lebar mencapai 30 meter pada Minggu sore.

Insiden jebolnya dinding penahan air ini mengakibatkan air berarus kencang langsung menyapu kawasan permukiman penduduk dan merendam ratusan hektare lahan pertanian produktif.

Datok Penghulu Desa Marlempang, Arif Pradana, menyebut warganya sempat melakukan upaya perbaikan tanggul secara mandiri, namun akhirnya tidak membuahkan hasil sama sekali.

"Upaya membuat benteng tanggul secara swadaya oleh masyarakat sia-sia karena debit air terus meningkat," keluh Arif menceritakan kepanikan warganya.

Ancaman pun nyatanya belum usai. Warga setempat kembali menemukan dua titik keretakan tanggul baru yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi jebolnya tanggul pertama pada Senin pagi.

"Kami khawatir kalau ini jebol seluruh rumah bakal terendam karena di seberang sungai langsung permukiman," tutup Arif penuh harap agar segera ada penanganan alat berat dari pemerintah.

***

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User